KABUPATEN SEMARANG, 26 Juli 2026 — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) IMM Al Haytham Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) melaksanakan kegiatan Maggot Aquafeed II di Pendopo Kelurahan Pringapus, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna dan bernilai ekonomi melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF).

Permasalahan limbah organik masih menjadi tantangan yang dihadapi banyak wilayah, termasuk Kelurahan Pringapus. Limbah organik rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menimbulkan berbagai dampak lingkungan, seperti bau tidak sedap, meningkatnya populasi vektor penyakit, hingga menurunnya kualitas lingkungan permukiman. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang tidak hanya menyelesaikan persoalan limbah, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Melalui kegiatan Maggot Aquafeed II, masyarakat diperkenalkan pada pemanfaatan maggot BSF sebagai bagian dari sistem pengelolaan limbah organik yang lebih produktif. Maggot yang dibudidayakan dengan memanfaatkan limbah organik kemudian diolah menjadi pelet lele yang dapat digunakan untuk mendukung budidaya perikanan masyarakat.
Kegiatan ini melibatkan pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) yang mendapatkan materi sekaligus praktik langsung mengenai proses pengolahan maggot menjadi pelet. Peserta mengikuti seluruh tahapan mulai dari pengolahan maggot hasil panen hingga menghasilkan pelet siap pakai.

Selain mendukung budidaya lele, pemanfaatan maggot BSF juga memberikan manfaat lingkungan yang signifikan. Limbah organik yang sebelumnya berpotensi menjadi sumber pencemaran dapat dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh alternatif pakan yang lebih ekonomis, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Maggot BSF memiliki kandungan protein yang tinggi dan mudah dibudidayakan tanpa memerlukan lahan yang luas. Keunggulan tersebut menjadikannya salah satu solusi yang potensial untuk mendukung pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat sekaligus meningkatkan produktivitas sektor budidaya perikanan.
Berdasarkan kajian yang menjadi dasar Program LENTERA, penggunaan kombinasi pelet komersial dan maggot BSF mampu menekan biaya pengadaan pakan hingga 22,74 persen dalam satu siklus produksi. Efisiensi tersebut memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat keberlanjutan program yang dijalankan masyarakat.
Pelet berbasis maggot BSF hasil pelatihan yang siap dimanfaatkan untuk mendukung budidaya lele masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Tim PPK Ormawa IMM Al Haytham berupaya mendorong terbentuknya perilaku masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan melalui pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan lingkungan yang sehat, produktif, dan memiliki nilai manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Maggot Aquafeed II merupakan bagian dari Program LENTERA (Lele Sejahtera) yang mengintegrasikan pengelolaan limbah organik, budidaya maggot BSF, dan pengembangan budidaya lele berbasis bioflok di Kelurahan Pringapus. Program ini berada di bawah bimbingan Dosen Pendamping Dr. Siti Aminah, S.TP., M.Si. serta didukung oleh berbagai mitra dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri dan berdaya melalui pendekatan lingkungan berkelanjutan.

