Habib Shaleh Alumni Fikkes Unimus Sumbang Medali Untuk Indonesia

M. Habib Shaleh tengah berlaga di lintasan para cylcing (doc)
M. Habib Shaleh tengah berlaga di lintasan para cylcing (doc)

Unimus│ (11/10/2018) M. Habib Shaleh (28), alumni D3 Gizi Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (Fikkes) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) berhasil menorehkan prestasi dalam event akbar Asian Para Games 2018. M. Habib Shaleh bersama rekannya M Fadli dan Marthin Losu berhasil meraih medali perunggu pada cabang olahraga para cycling (balap sepeda) di nomor  men’s team sprint kelas C1-5 (tuna daksa).

Pertandingan yang digelar di Jakarta International Velodrome, Rawamangun hari Kamis, 11 Oktober ini berlangsung dramatis. Habib Shaleh sempat terjatuh saat putaran pertama namun akhirnya berhasil bangkit dan menjadi juara ke tiga bersama rekan setimnya. M. Habib Shaleh (C2), Muhammad Fadli Immamuddin (C4), dan Marthin Losu (C5) berhasil unggul 5,008 detik atas tim Iran yang terdiri dari Bahram S. Soleimani, Mahdi Mohammadi, dan Saber Janbaz Rahimpour.

Habib mulanya adalah atlet PPLP Sepak Bola Jawa Tengah non-difabel. Setelah mengalami kecelakaan pada 2006, ia menderita celebral palsy. Habib kemudian menggeluti cabang olah raga para cycling. Cidera tidak membuatnya menyerah, Habib tetap bersemangat dan  berhasil meraih prestasi. Habib mengabarkan kemenangannya kepada Dr. Ali Rosidi, M.Si dosen pembimbingnya semasa kuliah dulu. Dr. Ali yang juga menjadi wakil dekkan II Fikkes mengungkapkan bahwa cidera tak menyurutkan semangat Habib untuk menyelesaikan studi dan berprestasi dalam bidang olah raga membanggakan Indonesia. “Meski memiliki keterbatasan fisik Habib bisa beradaptasi dengan perubahan dirinya. Selain mempersiapkan kejuaraan pada  nomor 1000 meter Sabtu (13/10) ini, saat ini Habib tengah mempersiapkan diri juga untuk mengisi formasi PNS di Kotamadia Salatiga” ungkap Dr. Ali.

 

Reportase UPT Humas dan Protokoler

FIKKES Unimus Siap Adakan International Program Bersama Management and Science University Malaysia (MSU)

Dekan Fikkes bersama Prof. Eddy Yusuf, P.hD dari MSU Malaysia
Dekan Fikkes bersama Prof. Eddy Yusuf, P.hD dari MSU Malaysia

Semarang | Sesuai visi Universitas Muhammadiyah Semarang menjadi Universitas yang Unggul, Berkarakter, Berbasis Teknologi dan Berwawasan Internasional, tentu akan sangat banyak hal-hal detail yang harus dipersiapkan. Salah satunya adalah memperbaiki dan meningkatkan sistem pendidikan dan pengajaran. Sejalan dengan hal tersebut, Fakultas Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan (FIKKES) Unimus juga sedang berusaha mewujudkan tujuannya untuk menghasilkan lulusan yang unggul dan bertaraf internasional yakni dengan bekerja sama dengan perguruan tinggi asing di luar negeri.

Prof. Edy Yusuf berfoto bersama Wakil Rektor I, Dekan dan Wakil Dekan Fikkes
Prof. Edy Yusuf berfoto bersama Wakil Rektor I, Dekan dan Wakil Dekan Fikkes

Untuk menjembatani hal itu, pada Senin (03/9/2018) Round Table Meeting bersama Prof. Eddy Yusuf, Ph.D selaku President Global Affair and Strategic Partnership Management and Science University Malaysia di Aula NRC Unimus. Eddy sendiri menjelaskan bahwa bidang kesehatan adalah bidang yang paling membuat dirinya tertantang. “Apabila di bidang teknologi gap antar negara masih bisa diikuti satu sama lain, namun untuk masalah kesehatan, kondisi suatu negara dengan yang lain bisa sangat jauh,” terangnya.

Hadir untuk memberikan sambutan Dekan FIKKES Unimus, Dr. Budi Santosa, M.Kes.Med. Budi menyatakan bahwa pihaknya mengharapkan kolaborasi yang real untuk kerjasama dengan MSU. “Kedatangan MSU ke Unimus membawa isyarat positif terutama soal inisiasi kerja sama di bidang pendidikan dan penelitian. Kami berharap melalui kerjasama ini, dapat menyatukan visi dan misi antara Unimus dengan MSU terutama kerjasama tentang pendidikan,” ungkap Budi.

Dalam kerja sama di bidang pendidikan, ada beberapa poin yang menjadi fokus pembahasan kedua belah pihak, diantaranya soal pengadaan beasiswa, International Class Program, Join International Seminar, Staff and Student Mobility serta 3+1 Program Unimus dan MSU (3 tahun di Unimus, 1 tahun di MSU). Tidak menutup kemungkinan bahwa kedepan, hubungan kerja sama ini akan terus berlanjut dan berkembang ke bidang lain. Dari kerjasama ini, Unimus dan MSU diharapkan dapat meningkatkan peringkat mereka di peringkat universitas kelas dunia.

 

Reportase UPT Humas dan Protokoler

30 Mahasiswa S1 Ilmu Gizi Fikkes Unimus Lakukan Study Lapangan di Thailand

Rektor Unimus Prof. Dr. Masrukhi dindamingi Dekan Fikkes menyerahkan surat tugas kepada mahasiswa S1 Ilmu peserta international short course di Chulalongkorn University
Rektor Unimus Prof. Dr. Masrukhi menyerahkan surat tugas kepada mahasiswa S1 Ilmu peserta international short course di Chulalongkorn University

Semarang │Unimus (27/08/2018) Program internasional dan pengalaman mengikuti kegiatan internasional yang dilakukan oleh institusi perguruan tinggi akan memberikan nilai lebih pada civitas academica. Kompetensi mereka kian terbentuk dengan mendapat pengalaman dan pergaulan secara internasional. Demikian yang dilakukan oleh tiga puluh mahasiswa program studi S1 Ilmu Gizi Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (Fikkes) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) yang mengikuti  international mobility course ke Chulalongkorn University Thailand.  Mahasiswa di lepas oleh Rektor Unimus Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd di dampingi para wakil rektor, Direktur Eksekutif International Relationship Office (IRO) Unimus Muhammad Yusuf PhD, sekretaris program studi S1 Ilmu Gizi pada Senin (27/08/2018) usai acara doa pagi di halaman kampus Unimus. Ke-30 mahasiswa akan mengikuti International Short Course Program di Departement of Nutrition and Dietetic dan Halal Center Chulolongkorn University Thailand tanggal 3-5 September 2018 mendatang.

Rektor Unimus yang didampingi Direktur IRO Unimus menyatakan bahwa Unimus cukup lama memperkuat jejaring dengan kampus yang memiliki perhatian lebih di bidang kesehatan dan kedokteran. “Unimus, sebagai perguruan tinggi yang memiliki perhatian lebih pada bidang keilmuan kesehatan dan kedokteran mengambil banyak terobosan. Terutama dengan menjalin banyak kerja sama dengan kampus yang memiliki perhatian sejenis baik di Asia, Australia, dan Eropa,”  papar Rektor. Selama ini Unimus memiliki kerjasama intensif dengan Chulalongkorn University yang merupakan salah satu universitas terbesar di Thailand.  Kegiatan ini terselenggara juga karena Chulalongkorn adalah mitra akademi kampus ini. Keberangkatan mahasiswa dalam program internasional merupakan buah kerja keras membangun jejaring secara global,” tambah Prof. Masrukhi. Menurut Rektor, pilihan menggandeng Chulalongkorn sangat tepat. Sebab, sebagai salah satu kampus besar di Thailand, Chulalongkorn memiliki perhatian kuat terhadap pengembangan ilmu kesehatan, medis, dan kedokteran, juga memiliki fasilitas laboratorium yang terlengkap dan modern. “Program nutrisi di Chulalongkorn University sangat dikenal maju. Nantinya mahasiswa akan belajar tentang manajemen pengelolaan hingga kunjungan ke Halal Science Center (HSC). Kebetulan Direktur HSC Chulalongkorn University adalah cucu pendiri Muhammadiyah Prof. Winai Dahlan yang merupakan pionir halal food di Thailand” ungkap rektor.

Tiga puluh mahasiswa S1 Ilmu peserta international short course di Thailand berfoto bersama sekprodi S1 Ilmu Gizi, dosen pendamping dan Direktur IRO Unimus usai pelepasan oleh rektor
Tiga puluh mahasiswa S1 Ilmu peserta international short course di Thailand berfoto bersama sekprodi S1 Ilmu Gizi, dosen pendamping dan Direktur IRO Unimus usai pelepasan oleh rektor

Rektor berharap melalui kegiatan tersebut mahasiswa akan mendapat pengalaman internasional termasuk tambahan berbagai pengetahuan dan wawasan. “Mahasiswa akan belajar berbagai keilmuan bidang gizi, sehingga terbentuk komunitas mahasisa di bidang tersebut di tiap perguruan tinggi. Kita berharap mahasiswa Unimus tidak hanya handal di bidang keilmuan, namun juga memiliki karakter keislaman yang kuat sehingga mampu bertanding dan bersanding dengan lulusan perguruan tinggi lain di dalam dan luar negeri” pungkas Rektor

Reportase UPT Humas dan Protokoler

Siapkan Lulusan Yang Go Internasional Fikkes Unimus Teken MoU Dengan User Dari Jepang

Wakil Dekan I Fikkes Dr. Tri Hartiti menyampaikan sambutan
Wakil Dekan I Fikkes Dr. Tri Hartiti menyampaikan sambutan

Semarang │(12/7/2018) Lulus kuliah bisa kerja di luar negeri? Mengapa tidak? Memang bekerja di luar negeri itu banyak diidam-idamkan oleh para lulusan kuliah. Selain menambah pengalaman, ada juga yang bekerja di luar negeri karena ada potensi dari diri mereka yang lebih terpakai di luar negeri daripada di negeri sendiri. Apalagi ditambah dengan salary yang tinggi. Tentu ini akan menjadi sebuah peluang yang tidak boleh dilewatkan bukan? Salah satu negara yang banyak di tuju oleh lulusan perguruan tinggi untuk bekerja adalah Jepang.

Mr. Yamakura Shinya dari Nichini Corporation Jepang menyampaikan sambutan
Mr. Yamakura Shinya dari Nichini Corporation Jepang menyampaikan sambutan

 

Menangkap peluang tersebut Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (Fikkes) Unimus menggandeng User dari Jepang untuk menyerap lulusannya. Hadirkan Mr. Yamakura Shinya dari Nichini Corporation Fikkes Unimus tanda tangani MoU dengan Magdy Indonesia untuk menyiapkan alumni bisa terserap bekerja di Jepang (12/07/2018). Penandatanganan MoU juga dihadiri oleh pimpinan Magdy Indonesia dan Kaprodi dari seluruh program studi di Fikkes. Di ungkapkan oleh Wakil Dekan I Fikkes Dr. Tri Hartiti bahwa penandatanganan MoU di lakukan untuk mempersiapkan alumni dari program studi yang ada di Fikkes yaitu keperawatan, kebidanan, gizi, analis kesehatan dan teknologi pangan untuk bisa terserap dalam lapangan kerja di Jepang. “Saat ini sudah ada belasan alumni keperawatan Fikkes yang telah bekerja sebagai tenaga kesehatan di Jepang” paparnya.

Dari Kiri: Mr. Yamakura Shinya, pimpinan Magdy Indonesia Hary Setiawan, Wadek I Fikkes Dr. Tri Hartiti dan Wadek II Fikkes Dr. Ali Rosidi usai penandatangan MoU
Dari Kiri: Mr. Yamakura Shinya, pimpinan Magdy Indonesia Hary Setiawan, Wadek I Fikkes Dr. Tri Hartiti dan Wadek II Fikkes Dr. Ali Rosidi usai penandatangan MoU

Pimpinan Magdy Indonesia Hary Kurniawan mengungkapkan bahwa saat ini banyak peluang bekerja di Jepang yang bisa di isi oleh lulusan tenaga kesehatan. “Di Jawa Tengah salah satu perguruan tinggi dengan lulusan tenaga kesehatan yang berkualitas adalah Unimus, sehingga Magdy Indonesia menggandeng Unimus untuk mempersiapkan alumninya agar dapat bekerja di Jepang. Nantinya alumni akan mengikuti pembekalan bahasa dan budaya Jepang di LPK Magdy Indonesia sebelum berangkat magang kerja di Jepang” paparnya. Mr. Yamakura Shinya yang hadir sebagai salah satu pihak penerima (user) magang keperawatan di Jepang mengungkapkan rasa senangnya bisa bekerja sama dengan Unimus. “Saya melihat fasilitas pembelajaran di laboratorium di Unimus sangat komplit dan moder sehingga lulusannya juga akan mampu bersaing dengan lulusan dari negara lain” ungkapnya.

 

Reportasi UPT Humas dan Protokoler

Wirusahawan Muda D3 TLM Fikkes Unimus Juarai Kompetisi Bisnis Indonesia

Tim mahasiswa dari D3 TLM peraih hibah KBMI melalui jasa "Delivery Order Laboratory (DOL)”
Tim mahasiswa dari D3 TLM peraih hibah KBMI melalui jasa “Delivery Order Laboratory (DOL)”

Semarang │(10/06/2018) Mahasiswa D3 Teknologi Laboratorium Medis Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (Fikkes) Universitas Muhamadiyah Semarang (Unimus) kembali meraih prestasi nasional dalam bidang non akademik. Prestasi yang diraih oleh tim mahasiswa tersebut berhasil lolos dalam hibah Program Kewirausahaan Indonesia (PMWI) di bidang Kompetisi Bisnis Indonesia (KBMI) tingkat nasional tahun 2018. Program yang diselenggarakan untuk menumbuhkembangkan wirausahawan muda baru tersebut  didanai oleh Direktorat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristek Dikti.

Tim dari D3 Teknologi Laboratorium Medis (TLM) mejuarai hibah KBMI pada kategori jasa  diketuai oleh Fathin Karimatun Nisa D3 dengan judul “Delivery Order Labiratory (DOL)” Jasa Check Laboratorium Pemeriksaan Glukosa Kolesterol dan Asam Urat On Delivery Untuk Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat” dengan anggota Qurnia Reni Sagita, Didik Purwanto, Erma Dyah Vivianti dan Nurjanah kesemuanya dari D3 TLM. Fathin memaparkan bahwa awal mula ide bisnis ini adalah melihat jumlah masyarakat kurang imbang jumlah fasilitas kesehatan yang mana jumlah fasilitas kesehatan masih terlalu kecil untuk memenuhi kualitas kesehatan masyarakat. Selain itu masyarakat harus menunggu antrian terlalu lama, sehingga kami berinovasi menciptakan jasa layanan kesehatan yg kami beri nama “Delivery Order Laboratory (DOL)” yg meliputi cek glukosa kolesterol asam urat. “Pelayanan kesehatan ini bermaksud untuk meringankan para lansia dan masyarakat umum yg memerlukan pemeriksaan laboratorium sederhana untuk mengontrol kesehatannya. Peluang kesehatan ini sangat menjanjikan karena usaha DOL adalah usaha baru dan pertama di kota Semarang” pungkasnya.

Peraih hibah KBMI yang mendapat bimbingan dari dosen program studi D3 TLM Evy Prastyanto, M.Si nantinya akan mendapat bantuan dana usaha dari Dirjen Belmawa Kemenristek Dikti. Rektor sangat mengapresiasi capaian prestasi mahasiswa dan berharap capaian prestasi sejenis akan meningkat tahun depan. “Prestasi yang diraih oleh mahasiswa dalam bidang non akademik tersebut menjadi bukti bahwa Unimus senantiasa memberikan support pada penumbuhkembangan jiwa wirausaha pada mahasiswa” pungkas Rektor.

Reportase UPT Kehumasan & Protokoler

Fikkes Unimus Selenggarakan Angkat Sumpah Profesi 103 Tenaga Kesehatan

Prosesi angkat sumpah profesi oleh organisasi profesi didampingi rohaniawan
Prosesi angkat sumpah profesi oleh organisasi profesi didampingi rohaniawan

Semarang│(15/05/2018), Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (Fikkes) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menyelenggarakan upacara angkat sumpah profesi Ners, Bidan, ahli gizi dan tenaga laboratorium medik bertempat di aula gedung NRC Semarang. Ketua panitia Andri Sukeksi, SKM, M.Kes melaporkan bahwa angkat sumpah diikuti oleh 103 calon tenaga kesehatan lulusan Fikkes Unimus, terdiri dari  41 orang lulusan Ners, 1 orang lulusan Diploma III Keperawatan, 4 orang dari  D III Teknologi Laboratorium Medik dan 57 orang lulusan D IV Teknologi Laboratorium Medik.

Hadir untuk melantik tenaga kesehatan adalah Pengurus DPW PATELKI Jawa Tengah Eko Joko Purwandyo, SKM dan  Pengurus DPW PPNI Jawa Tengah Ns. Supriyadi, S.Kep.  Sumpah profesi tenaga kesehatan diakhiri dengan penandatanganan naskah sumpah oleh perwakilan masing-masing profesi kesehatan di depan pimpinan organisasi profesi dan disaksikan oleh rohaniawan. Hadir juga dalam acara angkat sumpah profesi, Kabid ketenagaan Dinkes Provinsi Jawa Tengah, pengurus DPD PPNI Kota Semarang, para wakil rektor Unimus, Dekan Fikkes Dr. Budi Santosa, M.Si.Med dan para kaprodi di lingkungan Fikkes Unimus

Taufikurrahman, SKM, M.Kes hadir mewakili dari Dinkes Provinsi Jawa Tengah Yuliyanto Prabowo, SKM, M.Kes menyampaikan sambutan tertulis Kadinkes. Disampaikan bahwa sumpah itu mudah di ucapkan tapi tidak mudah di laksanakan. Setiap tenaga kesehatan harus selalu berperilaku sesuai profesinya, jadilah tenaga kesehatan yg kompeten, berintegrasi dan beratitude. “Sumpah yang di lafalkan atas nama Tuhan dan  itu tidak mudah, jangan hanya terucap tapi bisa dimaknai dengan menjalankannya sebaik-baiknya. Harus membangun komunikasi yang baik dengan pasien. Harus terus menerus mengembangkan ilmu sebaik-baiknya melalui studi lanjut, seminar, pelatihan atau diskusi ilmiah. Kembangkan kolaborasi dan rasa care yang baik dengan teman sejawat, dengan sesama dan dengan jejaring” Tandas Taufik

Wakil Rektor I Unimus Dr. Sri Darmawati, M.Si menyampaikan sambutan
Wakil Rektor I Unimus Dr. Sri Darmawati, M.Si menyampaikan sambutan

Sementara itu Wakil Rektor I Unimus Dr. Sri Darmawati, M.Si dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kompetensi lulusan Unimus sudah diakui di kancah nasional dan internasional. Alumni Unimus telah tersebar di berbagai negara di seluruh dunia. “Setiap tenaga kesehatan baru harus selalu berpikir logis sistematis seperti yang telah diajarkan dalam bangku kuliah dan harus dibawa dalam realitas kehidupan. Nilai-nilai keberIslaman juga harus dibawa selalu dalam dunia pekerjaan” pesan Dr. Sri Darmawati kepada para alumni yang di sumpah. Ditambahkan juga oleh Wakil Rektor II Unimus Dr. Sri Rejeki, M.Kep, Sp. Mat bahwa peserta yang menjalani sumpah ini, sebentar lagi akan segera menekuni profesi yang menjadi kepeminatan mereka. Disebutkan, sumpah yang telah diucapkan juga akan memberikan motivasi kuat. Utamanya, supaya lulusan mengamalkan keilmuan yang dimiliki dengan sepenuh hati. Hasilnya adalah pelayanan prima dunia kesehatan bagi masyarakat di manapun berada. “Sejauh ini lulusan Fikkes Unimus telah menunjukkan kompetensinya di dunia profesi yang digeluti. Kami inginkan dengan telah mengangkat sumpah, maka mereka akan benar-benar bisa melayani masyarakat dengan profesional” papar Dr. Sri Rejeki, usai prosesi angkat sumpah.

 

Sumber UPT Kehumasan& Protokoler

Keperawatan Fikkes Unimus Tuan Rumah Munas Ke-1 Mahasiswa Muhammadiyah A’isyiyah

Rektor Unimus Prof. Dr. Masrukhi, Dekan Fikkes, Kaprodi dan Sekprodi Keperawatan serta peserta Munas pada acara pembukaan Munas
Rektor Unimus Prof. Dr. Masrukhi, Dekan Fikkes, Kaprodi dan Sekprodi Keperawatan serta peserta Munas pada acara pembukaan Munas

Semarang | Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan (Fikkes) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) kembali terpilih sebagai tuan rumah ajang berskala nasional. Kali ini Unimus menjadi tuan rumah “Musyawarah Nasional ke-1 Mahasiswa Perawat Muhammadiyah Aiyiyah. Acara bertema “Bersama dalam sinergi mahasiswa perawat Muhammadiyah Aisyiyah” digelar selama tiga hari 27-29 April 2018. Pembukaan Munas di lakukan di gedung NRC Unimus  pada Jumat, 27 April 2018.

Munas dibuka oleh Rektor Unimus Prof. Masrukhi, M.Pd dihadiri oleh Dekan Fikkes Dr. Budi Santosa, M.Si.Med, Ketua dan sekretaris program studi D3/ S1 Keperawatan dan puluhan mahasiswa perwakilan dari 19 institusi Perguruan Tinggi / Stikes Muhammadiyah dan Aisyiyah se Indonesia. Rektor Unimus sangat mengapresiasi kegiatan ini dan menyatakan bahwa asosiasi mahasiswa sangat penting karena dapat mengembangkan aspek-aspek penting diantaranya soft skill“Soft skill yang dapat dikembangkan diantaranya leadership, kemampuan membuat network / jejaring. Soft skill akan menopang 80% kesuksesan” tandas Rektor. “Mahasiswa di perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah diharapkan memiliki kecerdasan yang komprehensif atau holistik berupa kecerdasan jiwa, rasa (estetika), intelektualitas dan kecerdasan raga (fisik)” tambahnya. Rektor menambahkan bahwa kegiatan positif ini menjadi tinta emas untuk kesuksesan berikutnya. Prof. Masrukhi memesankan bahwa perkumpulan atau peer grup akan melahirkan generasi-generasi hebat berikutnya. “Tidak ada orang yang besar dan sukses sendirian, orang akan menjadi besar karena adanya peer group. Orang besar lahir dari kelompoknya” pungkasnya.

Rektor Unimus Prof. Dr. Masrukhi mrmberikan arahan pada peserta Munas
Rektor Unimus Prof. Dr. Masrukhi mrmberikan arahan pada peserta Munas

Berbagai kegiatan di gelar dalam musyawarah nasional (Munas) perdana tersebut berupa pemilihan pengurus, penyusunan anggaran dasar dan rumah tangga serta kegiatan ilmiah berupa seminar nasional. Melalui Munas perdananya diharapkan dapat terbentuk asosiasi mahasiswa muhammadiyah Aisyiyah se Indonesia yang mempunyai peran ikut memajukan keperawatan di Indonesia. Nantinya wadah / asosiasi ini sebagai alat pemersatu dan menjadi media koordinasi mahasiswa ilmu keperawatan Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Indonesia.

Reportase UPT Humas dan Protokoler

BEM Fikkes Gelar Pekan Fikkes Ramaikan Peringatan Hari Kartini

Juara mas dan mbak Fikkes
Juara Duta Fikkes bergambar bersama juri

Semarang | Kartini adalah gambaran nyata dari perjuangan kaum perempuan dalam menegakkan hak-haknya agar bisa disetarakan dengan laki- laki tanpa harus mengingkari kodrat sebagai perempuan, tapi bisa melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh laki-laki, seperti bekerja, berkarya, berekspresi dan kerkarakter.  Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) mengadakan peringatan hari Kartini. Kegiatan peringatan hari Kartini dikemas dalam “Pekan Fikkes”. Tujuan dilaksanakan acara ini adalah untuk menumbuhkan rasa kepedulian, nasionalisme dan menjunjung kembali semangat Kartini serta sebagai bentuk penghormatan kepada kaum wanita Indonesia .

Dosen, tenaga kependidikan Fikkes bergambar bersama dengan mengenakan pakaian nasional
Dosen, tenaga kependidikan Fikkes bergambar bersama dengan mengenakan pakaian nasional

Acara dimulai pukul 09.00 dengan Opening Ceremony di taman Unimus yang asri. Dihadiri oleh wakil rektor I, dekan, kaprodi, sivitas akademika dan mahasiswa  peringatan hari Kartini yang digelar di taman Unimus pada 25 April 2018 berjalan meriah.  “Sebagai kaum perempuan tentunya harus mempunyai mimpi yang tinggi tidak hanya bisa bergantung pada laki – laki ataupun orang lain, tapi harus bisa berdiri sendiri, berdampingan dan beriringan, serta setara dalam segala hal seperti bekerja” demikian disampaikan Wakil Dekan II Fikkes Dr. Ali Rosidi dalam sambutannua. “Perempuan harus berkarya selayaknya laki-laki tanpa ada batasan yang menghalangi kecuali kodrat sebagai seorang perempuan, apalagi di era sekarang ini yang telah memasuki jaman modern harus bisa menghadapi secara mandiri” tambahnya.

Dikemukakan oleh Salsabila selaku ketua panitia bahwa “Pekan Fikkes” adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh BEM Fikkes dalam rangka memperingati Hari Kartini dengan mengadakan kegiatan sosial “Edukasi pada ODAPUS Kota Semarang” dan berbagai lomba. Lomba yang digelar antara lain fashion show diikuti oleh mahasiswa perwakilan 9 Prodi di Fikkes, lomba pemilihan Kangmas & Mbakyu Fikkes, dan lomba lomba lainnya yang telah dilaksanakan beberapa hari sebelumnya. Tampil sebagai pemenang lomba Kangmas Fikkes yaitu Ragil Zaenuri dari program studi DIII Teknologi Laboratorium Medis, sedangkang Mbakyu Fikkes diraih oleh Alfin Ni’mah Rosyida dari program studi S1 Keperawatan.

 

Reportase UPT Kehumasan & Protokoler

Fikkes Unimus Loloskan 10 Proposal PKM Didani Kemenristek Dikti

1Semarang │(07/04/2018) Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (Fikkes) Universitas Muhamadiyah Semarang (Unimus) berhasil meloloskan 10 proposal mahasiswa dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Seluruh proposal berhasil mendapatkan dana hibah PKM dari Kemenristek Dikti. Prestasi tersebut memberikan kontribusi bagi Unimus untuk menduduki peringkat ke tiga PTS Wilayah Kopertis Jawa Tengah.

Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu indikator pemeringkatan perguruan tinggi adalah peran aktif mahasiswa salah satunya melalui PKM.  Perolehan hibah PKM oleh 10 tim mahasiswa menjadi bukti bahwa Fikkes Unimus senantiasa memberikan support pada pencapaian prestasi mahasiswa.  Proposal PKM yang lolos adalah proposal karya 4 tim mahasiswa S1 Teknologi Pangan, 3 tim mahasiswa D4 Teknologi Laboratorium Medis, 1 tim mahasiswa D3 mahasiswa Teknologi Laboratorium Medis, 1 tim mahasiswa S1 Ilmu Gizi dan 1 tim mahasiswa D3 gizi. Kesepuluh proposal PKM mahasiswa Fikkes Unimus terdiri dari 7 proposal PKMPE (PKM Penilaian Eksakta) dan 3 proposal PKMK (PKM Kewirausahaan)

Dekan Fikkes Unimus Dr. Budi Santosa, M.Si.Med menyatakan rasa bangga dan bersyukur karena capaian perolehan hibah PKM dari mahasiswa Fikkes Unimus meningkat tajam. “Capaian ini tidak lepas dari adanya koordinasi yang baik antara pimpinan Universitas sampai program studi, pembimbing dan mahasiswa. Topik keilmuan di Fikkes adalah kesehatan yang topik-topiknya menarik untuk diangkat dalam karya ilmiah atau penelitian” tambahnya. Sementara itu Wakil Dekan I Fikkes Unimus Dr. Tri Hartiti, M.Kes menyebutkan bahwa prestasi ini sangat baik untuk menciptakan cendekiawan muslim. “Prestasi dalam PKM juga dapat membangkitkan semangat mahasiswa Fikkes lain untuk belajar menjadi cendekiawan dan wirausahawan pemula” tambah Dr. Titi.

 

Reportase UPT Kehumasan & Protokoler

Fikkes Unimus Gelar Capping Day dan Kuliah Umum Bagi Mahasiswa

Prosesi ucap janji mahasiswa Keperawatan dan Kebidanan Fikkes Unimus
Prosesi ucap janji mahasiswa Keperawatan dan Kebidanan Fikkes Unimus

Semarang │Capping Day atau ucap janji mahasiswa merupakan tahapan awal yang harus dilalui oleh setiap mahasiswa keperawatan dan kebidanan sebelum mahasiswa memasuki dunia profesi untuk melakukan praktek di klinik di rumah sakit atau layanan kesehatan lain. Seperti yang dilakukan oleh 280 mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (Fikkes) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) terdiri dari 95 mahasiswa D III keperawatan, 168 mahasiswa S1 keperawatan dan 17 mahasiswa D III kebidanan yang mengikuti kegiatan Capping Day dan kuliah umum dengan tema “Interprofessional Collaboration and Patient Safety in Health Care System”. Kegiatan digelar di Hotel Grasia Semarang pada hari Selasa 17 April 2018 dihadiri oleh Rektor Unimus (Prof. Dr. Masrukhi., M.Pd), Dekan Fikkes (Dr. Budi Santosa., M.Si.Med), Ketua dan Sekretaris Program Studi di Fikkes Unimus, perwakilan organisasi profesi (PPNI dan IBI), perwakilan dari RS di Kota Samarang serta orang tua mahasiswa.

 

Rektor Unimus Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd menyampaikan arahan dan sambutan dihadapan mahasiswa dan orang tua
Rektor Unimus Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd menyampaikan arahan dan sambutan dihadapan mahasiswa dan orang tua

Acara dibuka oleh Dekan Fikkes Dr. Budi Santosa., M.Si.Med. Dekan Fikkes dalam sambutannya menyampaikan bahwa upacara ucap janji menjadikan momentum meningkatkan semangat dan pemahaman terhadap tugas pokok dan fungsi sebagai perawat dan bidan yang akan terjun ke tengah-tengah masyarakat. “Momentum ucap janji sebaiknya dijadikan pijakan untuk meningkatkan performa sebagai seorang perawat dan bidan. Sebagai tenaga kesehatan juga harus memegang janji yang sudah di ucapkan antara lain dengan selalu memegang rahasia yang pasien” tambanya. Rektor Unimus dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ucap janji menjadi titik awal mahasiswa menapaki tahapan berikutnya praktik klinik di berbagai institusi kesehatan dan terjun langsung di masyarakat. “Saat praktek di klinik nanti mahasiswa akan berhadapan langsung dengan masyarakat, jangan lupa ketika bertugas jangan meninggalkan nilai keislaman dan keagamaan” papar Rektor.

Pada prosesi ucap janji, mahasiswa membacakan janji yang berisi kewajiban yang harus dilaksanakan dan ditepati oleh mahasiswa dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien. Janji tersebut antara lain janji untuk tidak membedakan pasien, mengutamakan pasien dan memegang semua rahasia pasien. Prosesi ucap janji di saksikan oleh rohaniawan dan Dekan Fikkes. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pemasangan penutup kepala / cap (bagi mahasiswa perempuan) dan pemasangan pin secara simbolis oleh ketua program studi.

Kegiatan prosesi ucap janji di lanjutkan dengan kuliah umum dengan topik pertama disampaikan oleh Dr. Edy Wuryanto, M.Kep Ketua PPNI Jawa Tengah sekaligus dosen keperawatan Unimus. Dr. Edy dalam paparannya menyampaikan tentang interprofessional collaboration yaitu bagaimana kerjasama yang baik antar profesi kesehatan di tataran layanan klinik. Topik kedua tentang disampaikan oleh Ns. Sunarto, SST, S.Kep dari RSUP Dr. Kariadi Semarang yang memberikan materi “Patient Safety in Health Care System”. Ns. Sunarto menyampaikan bahwa pemberi pelayanan kesehatan dituntut untuk memahami tentang keselamatan pasien dalam memberikan layanan kepada pasien Mahasiswa antusias dan interest dengan materi yang disampaikan karena memberikan gambaran langsung tentang standar keselamatan pasien dan bagaimana soft skill tenaga kesehatan yang baik.

Kegiatan ucap janji dan kuliah umum ini merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh Program Studi Keperawatan dan Kebidanan dalam rangka menghantarkan mahasiswa memasuki lahan praktik.  Melalui kegiatan ini Unimus berharap kelak dapat mencetak perawat dan bidan profesional yang unggul dalam keilmuan, ketrampilan dan keislaman.

 

Reportase UPT Kehumasan & Protokoler