Pelaksanaan OSCE diawali dengan serangkaian persiapan yang dilakukan secara matang. Persiapan tersebut meliputi pelatihan klien standar, penyiapan kelengkapan peralatan laboratorium OSCE dan mini hospital, koordinasi pelatih klien standar, koordinasi helper, koordinasi dan briefing penguji, serta penyiapan sistem informasi penilaian OSCE melalui Sistem Informasi Terintegrasi UNIMUS.
Pelatihan klien standar dilakukan untuk memastikan setiap klien mampu memerankan skenario klinis secara konsisten sesuai dengan kasus pada masing-masing stasiun. Sementara itu, seluruh alat, bahan, dan sarana pendukung di laboratorium OSCE dan mini hospital dipersiapkan untuk menciptakan situasi ujian yang menyerupai kondisi pelayanan klinis.
Program Studi D3 Keperawatan UNIMUS juga melakukan koordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat, mulai dari pelatih klien standar, helper, hingga penguji. Koordinasi tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi mengenai alur pelaksanaan, tugas masing-masing personel, tata tertib, serta mekanisme penilaian.
Salah satu penguatan dalam pelaksanaan OSCE tahun 2026 adalah penggunaan sistem informasi penilaian OSCE yang terintegrasi dengan Sistem Informasi UNIMUS. Sistem ini digunakan oleh penguji untuk melakukan penilaian secara langsung, terstruktur, dan terdokumentasi sehingga mendukung proses penilaian yang efektif, akurat, transparan, dan akuntabel.
Pada hari pelaksanaan, kegiatan diawali dengan persiapan klien standar oleh pelatih klien standar. Tahapan tersebut dilanjutkan dengan briefing peserta ujian oleh Ketua Objective Center (Ka OC) mengenai tata tertib, alur perpindahan stasiun, waktu pelaksanaan, dan berbagai ketentuan selama mengikuti ujian.
Ketua Objective Center juga memberikan briefing kepada seluruh penguji untuk memastikan kesamaan pemahaman mengenai prosedur ujian, instrumen penilaian, dan penggunaan sistem informasi. Sebelum ujian dimulai, penguji melakukan pengecekan kembali terhadap kelengkapan alat, bahan, serta kesiapan masing-masing stasiun.
Setelah seluruh persiapan dinyatakan lengkap, peserta mengikuti ujian sesuai dengan rotasi stasiun yang telah ditentukan. Pada setiap stasiun, mahasiswa menghadapi skenario klinis yang dirancang untuk menilai kemampuan dalam menerapkan keterampilan prosedural, komunikasi terapeutik, keselamatan pasien, pengambilan keputusan klinis, serta sikap profesional.
Pelaksanaan OSCE melibatkan penguji internal Program Studi D3 Keperawatan UNIMUS serta penguji eksternal dari RSUD Dr. Adhyatma, MPH Provinsi Jawa Tengah, RSJD dr. Amino Gondohutomo, RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro Kota Semarang, dan RS Roemani Muhammadiyah Semarang. Keterlibatan penguji eksternal menjadi bagian dari upaya menjaga objektivitas penilaian sekaligus memperkuat kesesuaian kompetensi mahasiswa dengan kebutuhan praktik pelayanan keperawatan.
Setelah seluruh rangkaian ujian selesai, tim pelaksana melakukan evaluasi untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang telah berjalan baik maupun hal-hal yang perlu ditingkatkan pada pelaksanaan berikutnya. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengarahan kepada peserta ujian sebagai bagian dari proses evaluasi dan pembelajaran.
Hasil pelaksanaan OSCE menunjukkan capaian yang sangat baik. Seluruh mahasiswa peserta ujian dinyatakan lulus atau kompeten, dengan tingkat kelulusan mencapai 100 persen. Capaian ini menunjukkan kesiapan mahasiswa dalam menguasai kompetensi klinis yang diujikan serta menjadi salah satu indikator keberhasilan proses pembelajaran dan pembimbingan klinik yang telah dilaksanakan oleh Program Studi D3 Keperawatan UNIMUS.
Keberhasilan seluruh peserta mencapai status kompeten juga menjadi hasil dari proses persiapan yang sistematis, pembelajaran keterampilan klinis yang berkelanjutan, kesiapan sarana laboratorium, dukungan penguji, serta penggunaan sistem penilaian yang terstandar.
Melalui pelaksanaan OSCE tahun 2026, Program Studi D3 Keperawatan UNIMUS menegaskan komitmennya dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan, khususnya dalam memastikan lulusan memiliki kompetensi klinis yang sesuai dengan standar pendidikan keperawatan dan kebutuhan pelayanan kesehatan.
Capaian 100 persen kompeten diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan keperawatan. Program Studi D3 Keperawatan UNIMUS akan terus mengembangkan proses pembelajaran dan evaluasi yang berkualitas untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap memberikan pelayanan keperawatan yang bermutu kepada masyarakat.
source: https://perawatd3.unimus.ac.id/osce-d3-keperawatan-unimus-berjalan-sukses-100-persen-peserta-dinyatakan-kompeten/

